oleh

Pembangunan SRRL Surabaya–Sidoarjo Telan Biaya Rp4,7 Triliun, Konstruksi Segera Dimulai

-Nasional-52 Dilihat

Inbisnisnews.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera memulai pembangunan fase pertama Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang menghubungkan Surabaya dan Sidoarjo. Proyek bernilai Rp4,7 triliun tersebut memperkuat konektivitas transportasi regional.

Fase pertama SRRL akan membangun koridor Stasiun Surabaya Gubeng–Sidoarjo sepanjang 37 kilometer dengan nilai investasi 230 juta euro atau sekitar Rp4,7 triliun. Berita ini dilansir dari Kompas.com.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, “Seperti kita ketahui tahap pertama fase A ini nilainya 230 juta euro,” kata Emil Elestianto Dardak di Surabaya, dilansir dari Kompas.com, Kamis (9/7/2026).

Emil mengatakan, perhitungan biaya SRRL tahap pertama menggunakan kurs euro karena komponen yang digunakan berasal dari luar negeri dengan melibatkan Jerman. “Sehingga kalau kita bicara mengenai perbedaan kurs, ini kursnya kebetulan dalam Euro juga, jadi komponen-komponen asingnya Insya Allah tidak akan ada kekhawatiran, kita misalnya kekurangan dana atau apa bisa termitigasi,” ujarnya. 


BACA JUGA :


Selain pembangunan jalur rel, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memprioritaskan penanganan perlintasan sebidang di kawasan Taman Pelangi Surabaya yang akan diintegrasikan dengan pembangunan flyover Pemerintah Kota Surabaya.

Menurut Emil, integrasi tersebut diperlukan karena kereta melintas sekitar setiap 20 menit dan lalu lintas kendaraan sangat padat pada jam tertentu. “Flyover sekarang ini jaraknya, sedangkan harapannya kan harapan kita tahun depan sudah mulai konstruksi, sedangkan awal tahun depan juga sudah mulai bisa dilakukan pengadaan untuk kontraktornya, jadi timing-nya seharusnya bisa pas,” kata Emil Dardak.

Selain Taman Pelangi, proyek SRRL juga menghadapi tantangan pembangunan di kawasan Wonokromo yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Kota Surabaya.

Emil menjelaskan kondisi tersebut dengan mengatakan, “Karena Wonokromo tanpa proyek ini pun sebenarnya sudah sumbatan botol, karena Wonokromo itu dari delapan lajur ya di frontage, tiba-tiba jadi cuma dua lajur saja kan,” ungkapnya.

Pemerintah akan melakukan kajian lanjutan pada sejumlah titik, termasuk akses Jagir menuju Ahmad Yani dan kawasan pintu air dekat Stasiun Wonokromo. “Nah ini ditambah lagi sekarang dengan adanya SRRL ini, maka yang dari Jagir ke arah Ahmad Yani itu kan juga harus diantisipasi. Belum lagi yang dekat pintu air, nah ini ada beberapa titik-titik yang akan didalami lagi,” pungkasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *