oleh

InJourney Airports Perkuat Konektivitas Udara Indonesia melalui Forum ASEAN-China

-Nasional-40 Dilihat

INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports terus memperkuat konektivitas udara Indonesia dengan kawasan ASEAN dan China melalui Forum ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) yang digelar di Yogyakarta sebagai upaya memperluas jaringan penerbangan internasional.


Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan InJourney Airports berkomitmen memperkuat konektivitas udara nasional dengan menjajaki peluang kolaborasi penerbangan internasional pada bandara-bandara yang dikelola perusahaan melalui forum tersebut.

“InJourney Airports berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas udara Indonesia,” ujar Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi, dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (19/7/2026).

Forum ke-17 ACWG-RASA yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan itu dihadiri 61 delegasi dari negara-negara anggota ASEAN dan China serta 127 perwakilan maskapai penerbangan, pengelola bandara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat, hingga asosiasi penerbangan.

Menurut Pahlevi, forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi InJourney Airports untuk memperkenalkan keunggulan bandara-bandara yang dikelolanya dalam mendukung penguatan konektivitas udara antara ASEAN dan China.

“Forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kami untuk secara langsung menyampaikan keunggulan bandara untuk mendukung penguatan konektivitas udara ASEAN-China. Langkah ini juga menjadi upaya kami dalam mengoptimalkan bandara-bandara InJourney Airports,” kata Pahlevi.

InJourney Airports mencatat jumlah penumpang asal China yang melakukan perjalanan ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,7 juta orang melalui penerbangan langsung maupun penerbangan tidak langsung melalui negara lain.

Direktur Komersial InJourney Airports, Veri Y. Setiady, mengatakan penguatan konektivitas ASEAN-China menjadi salah satu fokus utama perusahaan seiring meningkatnya permintaan penerbangan dari dan menuju China ke berbagai wilayah di Indonesia.


BACA JUGA :


Hingga Desember 2025, bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports melayani sekitar 40,9 juta penumpang internasional dari 230 negara dengan tingkat pemulihan mencapai 110 persen dibandingkan periode sebelum pandemi.

“Pasar Asia berkontribusi 67 persen dari total tersebut, dan China menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini,” ujar Veri.

Ia menjelaskan permintaan penerbangan dari China ke Indonesia kini tidak lagi terpusat di Jakarta dan Bali, melainkan mulai menyebar ke berbagai daerah di Tanah Air.

Berdasarkan data pergerakan penumpang tidak langsung sepanjang 2025, wilayah Jawa mencatat sekitar 992 ribu penumpang, disusul Bali-Nusa Tenggara sekitar 525 ribu penumpang, kemudian Sumatra sekitar 169 ribu penumpang, sementara Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga menunjukkan pertumbuhan permintaan yang konsisten.

Veri menilai sebaran tersebut menunjukkan minat wisatawan asal China terhadap destinasi di Indonesia semakin beragam sehingga penguatan konektivitas perlu diperluas tidak hanya melalui bandara utama, tetapi juga bandara lain yang menjadi pintu masuk berbagai wilayah.

“Ini menjadi dasar kami untuk terus mendorong penguatan konektivitas langsung ASEAN-China, tidak hanya lewat bandara utama, tetapi juga bandara-bandara lain yang menjadi pintu masuk ke berbagai wilayah,” kata Veri.

Melalui forum ACWG-RASA, InJourney Airports mempromosikan enam bandara, yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Minangkabau Padang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.


Keenam bandara tersebut juga terhubung dengan jaringan penerbangan menuju berbagai daerah, termasuk Kendari, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Timika, Jayapura, Kupang, dan Labuan Bajo, sehingga diharapkan mampu memperluas jangkauan konektivitas udara di Indonesia.

“Kami bersyukur mendapat respons cukup positif dari para delegasi dan maskapai penerbangan, yang akan ditindaklanjuti secara lebih detail dalam pertemuan berikutnya,” ujar Veri.

Sebagai salah satu operator bandara terbesar kelima di dunia yang melayani sekitar 162 juta penumpang di 37 bandara, InJourney Airports menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi bandara yang dikelola guna memperkuat konektivitas Indonesia-China sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *