NBISNISNEWS.COM, BADUNG – Bali terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi utama di Indonesia, didukung pertumbuhan ekonomi sebesar 5,58 persen pada Triwulan I 2026 dengan PDRB mencapai Rp82,21 triliun.

Pemerintah Provinsi Bali juga menargetkan realisasi investasi sebesar Rp47 triliun pada 2026. Hingga Triwulan I, realisasi investasi telah mencapai Rp13,31 triliun, menunjukkan optimisme terhadap iklim investasi di Pulau Dewata.
Investor Lokal dan Asing Saling Melengkapi
Meningkatnya investasi di Bali turut mendorong lahirnya model kolaborasi antara investor lokal dan asing, khususnya pada sektor properti, hospitality, wellness tourism, dan ekonomi kreatif.
Investor asing umumnya membawa modal, teknologi, dan akses pasar internasional. Sebaliknya, investor lokal memiliki pemahaman mengenai regulasi, budaya, tata ruang, serta jaringan bisnis yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara, mengatakan penataan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) justru bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.
“Kebijakan ini memang ada pengaruhnya, tetapi tidak signifikan. Target investasi Bali tahun 2026 sebesar Rp47 triliun dari PMA dan PMDN, sementara realisasinya hingga saat ini baru sekitar 13 persen,” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara kepada RRI, di Denpasar, 21 Juli 2026.
Pernyataan tersebut merujuk pada evaluasi sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan investasi berjalan sesuai aturan.
Bagi investor asing, keberadaan mitra lokal menjadi instrumen mitigasi risiko. Sementara bagi investor lokal, kemitraan membuka peluang untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Kawasan yang Menjadi Incaran Investor
Beberapa kawasan di Bali menunjukkan karakter investasi yang berbeda. Canggu berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif dan digital, sementara Uluwatu dan Nusa Dua menjadi magnet bagi sektor hospitality premium dan wellness tourism.
Canggu berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif dan digital. Kawasan ini didominasi proyek vila, restoran, co-working space, serta bisnis yang menyasar komunitas pekerja jarak jauh (remote workers).
Uluwatu dan Nusa Dua lebih dikenal sebagai kawasan premium yang menarik investasi pada sektor hospitality dan wellness tourism. Kedua kawasan tersebut menawarkan kombinasi antara keindahan alam dan segmen pasar berdaya beli tinggi.
Di sisi lain, Seseh dan Kedungu mulai dilirik sebagai kawasan pertumbuhan baru karena menawarkan harga lahan yang lebih kompetitif. Adapun Jimbaran tetap diminati berkat lokasinya yang strategis dan dekat dengan bandara.
Menurut Bank Indonesia Perwakilan Bali, sekitar 64 persen investasi di Bali masih terkonsentrasi di Kabupaten Badung. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya peluang pengembangan kawasan di luar pusat pertumbuhan tradisional.
Model Kolaborasi yang Berkembang
Terdapat tiga model kolaborasi yang umum diterapkan di Bali, yaitu joint venture, management agreement, dan strategic partnership.
Pertama, joint venture atau pembentukan perusahaan bersama antara investor lokal dan asing. Model ini umum digunakan dalam proyek hotel, vila, dan mixed-use development.
Kedua, management agreement, yaitu ketika pihak lokal menyediakan aset atau lahan, sedangkan investor asing menghadirkan merek, sistem operasional, dan jaringan pemasaran internasional.
Ketiga, strategic partnership yang lebih fleksibel dan banyak digunakan pada sektor ekonomi kreatif, teknologi, dan wellness tourism.
Dalam praktiknya, keberhasilan seluruh model tersebut sangat bergantung pada transparansi, tata kelola yang baik, dan kesamaan visi antara kedua belah pihak.
Kepercayaan menjadi faktor utama. Investor asing membutuhkan kepastian hukum dan legalitas, sedangkan investor lokal membutuhkan mitra yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
Investasi Berkualitas Menjadi Prioritas
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, menegaskan bahwa Bali tetap terbuka terhadap investasi yang menghormati masyarakat, budaya, dan lingkungan.
“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya, serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan.” ujarnya saat penutupan Bali Jagaditha VII di Kuta, Badung, 7 Juni 2026.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi nasional Semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia, termasuk Bali, masih menjadi tujuan utama investasi di kawasan.
Bali dan Masa Depan Kolaborasi Investasi
Dalam tiga hingga lima tahun mendatang, Bali diperkirakan akan semakin mengarah pada investasi berbasis pengalaman, seperti wellness tourism, eco-resort, dan properti berkelanjutan.
Hal ini diperkuat dengan penyusunan kajian “Bali Reimagined” oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama World Bank yang diharapkan menjadi peta jalan investasi strategis dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan investasi di Bali tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi yang sehat antara investor lokal dan asing. Di tengah perubahan lanskap ekonomi global, kemitraan tersebut berpotensi menjadi fondasi baru pertumbuhan Bali pada masa depan.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.












Komentar