INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Infrastruktur semakin menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing kawasan properti di Indonesia. Di tengah pertumbuhan harga properti residensial yang masih terbatas, pengembang berlomba menghadirkan akses transportasi, fasilitas publik, hingga kawasan komersial terintegrasi untuk meningkatkan nilai investasi dan menarik minat konsumen. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia Triwulan I 2026, indeks harga properti residensial hanya tumbuh 0,62% (year-on-year), melambat dibandingkan 0,83% pada triwulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan keputusan pembelian rumah kini tidak hanya dipengaruhi oleh lokasi, tetapi juga kualitas infrastruktur yang mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Akses jalan, transportasi, fasilitas kesehatan, pusat pendidikan, ruang terbuka hijau, hingga kawasan komersial menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih hunian.
Di sisi pengembang, konsep pembangunan juga mulai bergeser dari sekadar membangun kawasan perumahan menjadi pengembangan kota mandiri yang memiliki ekosistem lengkap. Strategi tersebut dinilai mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai properti dalam jangka panjang.
Salah satu contoh pengembangan tersebut dilakukan oleh Paramount Land melalui kawasan Paramount Petals di koridor barat Jakarta. Perusahaan membangun kawasan hunian yang dikombinasikan dengan pusat komersial, fasilitas publik, serta penguatan konektivitas menuju jaringan jalan tol.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan perkembangan kawasan menjadi faktor utama yang mendorong minat masyarakat maupun investor terhadap proyek hunian baru.
“Sejak diluncurkan pada Juli 2024, Klaster Lily di Paramount Petals mendapatkan respons positif dari masyarakat dan investor yang melihat potensi kawasan Paramount Petals sebagai pusat pertumbuhan baru di barat Jakarta. Serah terima perdana secara tepat waktu ini menegaskan komitmen Paramount Petals dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus mewujudkan pengembangan ekosistem kota mandiri yang terintegrasi,” ujar Ferry dalam keterangan resminya, dilansir detik.com ,Kamis (2/7/2026).
Selain pembangunan hunian, Paramount Land terus mempercepat pembangunan konektivitas kawasan melalui akses tol langsung yang terhubung ke ruas Tol Jakarta–Tangerang KM 25. Infrastruktur tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengujian dan ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026.
Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, mengatakan akses tol tersebut diharapkan meningkatkan mobilitas penghuni sekaligus memperkuat posisi Paramount Petals sebagai kota mandiri baru di barat Jakarta.
“Ke depan, Paramount Petals akan melanjutkan pengembangan kawasan dan infrastruktur dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memperkuat Paramount Petals sebagai salah satu kota mandiri yang prospektif di barat Jakarta,” ujar Cok.
Hingga pertengahan 2026, Paramount Petals mencatat sekitar 1.300 unit telah terbangun dan 970 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Kawasan tersebut juga telah memiliki empat klaster hunian, tiga kawasan komersial, serta dilengkapi fasilitas seperti klinik kesehatan, community club, taman, pasar modern, dan berbagai tenant kuliner maupun ritel.

Ke depan, perusahaan berencana menambah fasilitas pendidikan, olahraga, layanan kesehatan, serta memperkuat jaringan infrastruktur internal guna mendukung pertumbuhan kawasan. Menurut Paramount Land, pengembangan dilakukan secara bertahap seiring meningkatnya jumlah penghuni dan aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
Di tengah perlambatan pertumbuhan harga properti nasional, pengembangan infrastruktur diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing kawasan. Bagi konsumen, keberadaan akses transportasi dan fasilitas yang lengkap tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Sementara bagi pengembang, keberhasilan membangun konektivitas menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru di sekitar wilayah metropolitan.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.











Komentar