oleh

Sumba Bersiap Menjadi Destinasi Investasi Properti Premium

-Analysis-56 Dilihat

INBISNISNEWS.COM, SUMBA – Ketika harga properti di Bali terus meningkat dan lahan strategis semakin terbatas, perhatian investor mulai bergeser ke Pulau Sumba yang dinilai masih menawarkan ruang pertumbuhan investasi jangka panjang.

Perubahan arah investasi tersebut dipengaruhi kombinasi harga lahan yang relatif lebih kompetitif, potensi pariwisata premium, serta meningkatnya perhatian pemerintah dalam mengembangkan Sumba sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur mencatat kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 41.524 orang, terdiri atas 36.242 wisatawan nusantara dan 5.282 wisatawan mancanegara, dengan rata-rata lama tinggal mencapai tiga malam.

Secara bisnis, lama tinggal wisatawan selama tiga malam menunjukkan tingkat konsumsi yang lebih tinggi terhadap akomodasi, kuliner, transportasi, hingga aktivitas wisata sehingga memperkuat prospek investasi properti berbasis pariwisata.

Tren kunjungan wisatawan juga menunjukkan pertumbuhan jangka panjang, yakni 16.539 orang pada 2021, meningkat menjadi 46.298 pada 2022, 38.854 pada 2023, 41.812 pada 2024, dan tetap tinggi di angka 41.524 wisatawan sepanjang 2025.

Fluktuasi jumlah wisatawan setelah pandemi merupakan pola yang wajar, namun kemampuan Sumba mempertahankan lebih dari empat puluh ribu kunjungan setiap tahun memperlihatkan bahwa permintaan pasar mulai terbentuk secara berkelanjutan.

Pariwisata Premium Menjadi Pondasi Pertumbuhan Properti

Konsep pariwisata premium yang dikembangkan pemerintah tidak mengejar jumlah wisatawan semata, melainkan kualitas pengeluaran wisatawan sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan nilai ekonomi kawasan dan aset properti.

Bagi investor, pendekatan tersebut lebih menarik dibanding wisata massal karena permintaan terhadap villa, resort butik, branded residence, hingga properti komersial umumnya tumbuh seiring meningkatnya kualitas destinasi.

Plt. Direktur Utama BPOLBF sekaligus Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, menegaskan pentingnya inovasi dalam membangun destinasi wisata premium yang berkelanjutan.


BACA JUGA :


“Kuncinya inovasi. Wisatawan datang untuk kenyamanan dan kebahagiaan, itu yang harus dijaga,” ujar Dwi Marhen Yono, Plt. Direktur Utama BPOLBF, dikutip dari TIMES Indonesia, 30 September 2025.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan destinasi premium bukan hanya menghadirkan infrastruktur, melainkan juga menciptakan pengalaman wisata berkualitas yang mampu meningkatkan daya saing kawasan sekaligus nilai investasi.

Aktivitas Investasi Mulai Menguat

Dokumen RPJMD Kabupaten Sumba Barat Daya 2025–2029 mencatat realisasi 34 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp11,38 miliar, serta investasi berdenominasi USD 768.831.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investasi tidak lagi sebatas rencana karena modal domestik telah mulai masuk, sementara investasi berdenominasi dolar menjadi indikasi meningkatnya perhatian investor berorientasi internasional terhadap kawasan Sumba.

CEO Lintas Dunia, Ferdinand Hamdan, menilai Pulau Sumba memiliki daya tarik yang mampu bersaing ditingkat global karena menawarkan kombinasi keindahan alam, budaya, dan karakter destinasi yang masih autentik.

“Sumba memiliki potensi luar biasa dan kualitas alam yang sangat berkelas di mata internasional,” ujar Ferdinand Hamdan, CEO Lintas Dunia, dikutip dari Liputan6, 8 Juni 2025.

Bila dikaitkan dengan data kunjungan wisatawan dan mulai tumbuhnya investasi daerah, penilaian tersebut memperkuat asumsi bahwa pasar tidak lagi melihat Sumba sebagai destinasi alternatif, melainkan sebagai kawasan investasi baru.

Peluang dan Risiko bagi Investor

Ketua DPD REI Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode 2025–2028, Chandra Sentosa, menyebut meningkatnya minat investor telah mendorong kenaikan harga lahan di sejumlah kawasan wisata strategis, termasuk Sumba.

“Di luar Kota Kupang dan sekitarnya, harga lahan di kawasan wisata seperti Labuan Bajo dan Sumba juga sudah cukup tinggi, karena banyak investor nasional bahkan dari luar negeri yang berminat berinvestasi di sana. Di beberapa lokasi, harga tanah di kedua daerah ini lebih mahal, bahkan jika dibandingkan harga lahan di Bali,” ujar Chandra Sentosa, Ketua DPD REI Provinsi NTT, dikutip dari Majalah REI, 2 November 2025.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga tanah merupakan indikator awal meningkatnya permintaan pasar sehingga investor yang masuk lebih awal berpotensi memperoleh capital gain lebih besar dibandingkan mereka yang menunggu pasar matang.

Meski demikian, investor tetap perlu melakukan kajian terhadap legalitas lahan, kesesuaian tata ruang, akses infrastruktur, potensi pasar, dan keberlanjutan proyek agar peluang keuntungan tidak berubah menjadi risiko investasi.

Prospek Jangka Panjang Sumba

Secara regional, sektor pariwisata Nusa Tenggara Timur mencatat realisasi 1.840.488 kunjungan wisatawan sepanjang 2025, melampaui target 1.278.453 wisatawan atau meningkat sekitar 17,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pariwisata regional, meningkatnya investasi daerah, serta pengakuan pelaku industri terhadap potensi Sumba menjadi kombinasi indikator yang memperlihatkan bahwa kawasan ini memiliki prospek kuat sebagai destinasi investasi properti premium dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Sebagai bagian dari ekosistem investasi, INBISNIS Property siap mendampingi investor melalui layanan analisis lokasi, kajian legalitas, perencanaan proyek, hingga manajemen pengembangan agar setiap keputusan investasi dilakukan secara aman, terukur, dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *