oleh

Pemerintah Siapkan Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional, Pengembangan KEK Dipercepat

INBISNISNEWS.COM, BALI – Pemerintah mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan KEK Sanur sebagai penggerak investasi sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis sektor bernilai tambah tinggi.


Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta COO Danantara Dony Oskaria saat meninjau kedua KEK.

Kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan kawasan, mendorong realisasi investasi, memperkuat pariwisata berkualitas, layanan kesehatan internasional, serta menyiapkan Bali sebagai pusat keuangan global.

KEK Kura Kura Bali Disiapkan Menjadi International Financial Center

Pemerintah juga mengkaji kesiapan International Financial Center (IFC) di KEK Kura Kura Bali sebagai strategi memperkuat daya saing ekonomi nasional dan menarik investasi internasional.

Salah satu proyek unggulan yang ditinjau adalah Grand Outlet Bali hasil kolaborasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Mitsubishi Estate. Pembangunan telah mencapai 92 persen dan ditargetkan soft opening pertengahan 2026.


BACA JUGA :


Kawasan tersebut dikembangkan sebagai open-air luxury outlet pertama di Bali. Kehadiran Mitsubishi Estate menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap prospek investasi jangka panjang di kawasan ini.

“Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,” ujar Menko Airlangga yang dilansir kek.go.id, Minggu (3/5/2026).

Pemerintah tengah mematangkan regulasi pembentukan KEK sektor keuangan di Bali. Regulasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ekosistem yang kompetitif sekaligus menarik lembaga keuangan dan investor internasional.

BTID memaparkan konsep Knowledge District, kawasan inovasi yang mengintegrasikan pendidikan, riset, kewirausahaan, dan sumber daya manusia sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Ekosistem tersebut diperkuat melalui Business Hub, program Global Blended Finance Alliance (GBFA), sekolah internasional, serta International Mangrove Research Center (IMRC) sebagai pusat riset lingkungan pesisir.

Hingga Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali membukukan investasi Rp1,62 triliun dengan penyerapan 2.146 tenaga kerja, sementara sejumlah proyek strategis dijadwalkan rampung sepanjang 2026.

KEK Sanur Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Health Tourism

Di KEK Sanur, pemerintah meninjau pengembangan ekosistem health tourism. Bali International Hospital yang beroperasi sejak April 2025 telah melayani 14.950 pasien, terdiri atas 60 persen WNA dan 40 persen WNI.

Pemerintah juga meninjau pembangunan The Solitaire Clinic yang dijadwalkan beroperasi pada 2026 dengan layanan bedah kosmetik, estetika medis, transplantasi rambut, hingga terapi anti-penuaan berbasis sel punca.

Secara kumulatif hingga Triwulan I 2026, KEK Sanur mencatat investasi Rp5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, serta menarik 279.804 kunjungan wisatawan, memperkuat posisinya sebagai pusat wisata kesehatan nasional.

Pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur diharapkan menjadi katalis investasi, memperluas lapangan kerja, serta mempercepat transformasi Bali sebagai pusat pariwisata, kesehatan, dan ekonomi berkelas dunia.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *