oleh

Wamen Todotua: Indonesia dan Australia Perkuat Kemitraan Investasi Strategis

INBISNISNEWS.COM, SYDNEY – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjadi pembicara kunci dalam Indonesia-Australia Business Summit (IABS) for Indonesia Updates 2026 di Sydney, Selasa (30/6/2026).

Wamen Todotua Pasaribu menegaskan Indonesia dan Australia berada pada momentum tepat memperkuat kemitraan investasi melalui implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerjasama IA-CEPA yang semakin matang. Pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus,” ujar Wamen Todotua yang dilansir bkpm.go.id, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan Wamen Todotua Pasaribu diawali pertemuan bersama KADIN di kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, dilanjutkan dialog dengan sejumlah investor Australia untuk memperluas peluang kerja sama.

Salah satu agenda penting ialah pertemuan dengan Pure Battery Technologies (PBT) yang membahas rencana investasi pembangunan fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) guna memperkuat ekosistem baterai nasional.

“Indonesia sudah memiliki fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan dalam waktu dekat akan memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh,” jelas Wamen Todotua.


BACA JUGA :


Selain industri baterai, Wamen Todotua juga bertemu BCI Minerals untuk membahas peluang investasi hilirisasi garam industri guna mendukung kebutuhan bahan baku nasional dan peningkatan nilai tambah.

Agenda hari pertama ditutup dengan Dialogue Dinner Indonesia-Australia Business Summit 2026 yang mempertemukan pemerintah, investor, lembaga keuangan, dan pelaku usaha memperkuat jejaring bisnis kedua negara.

Pada hari berikutnya, Wamen Todotua memaparkan strategi hilirisasi dalam forum bertema “Financing Sustainable Growth: Strengthening Food Systems, Infrastructure, and Economic Resilience between Indonesia and Australia.”
Hal ini berdasarkan yang dikutip media INBISNISNEWS.COM, Senin (6/7/2026).

“Hilirisasi merupakan inti transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah telah mengidentifikasi 28 komoditas strategis dengan potensi investasi mencapai USD618 miliar hingga tahun 2040. Potensi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekspor sebesar USD857 miliar dan menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja langsung,” papar Wamen Todotua.

“ALKI II merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui Selat Lombok dan Selat Makassar. Pada 2024, koridor ini dilalui perdagangan bijih besi senilai A$138 miliar, batu bara A$91 miliar, dan LNG A$69 miliar. Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia dan Australia untuk memperkuat rantai pasok, logistik, serta investasi di kawasan,” ungkap Todotua.

Melalui kunjungan kerja ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan komitmennya memperkuat investasi berkualitas bersama Australia untuk mendukung hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *