INBISNISNEWS.COM, LABUAN BAJO – Waecicu menarik perhatian pasar properti premium Labuan Bajo karena kombinasi lokasi strategis, panorama laut, konektivitas, dan berkembangnya ekosistem hospitality bernilai tinggi berkelanjutan.

Di tengah pesatnya transformasi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, Waecicu muncul sebagai salah satu kawasan dengan prospek investasi properti paling menjanjikan di Kabupaten Manggarai Barat.
Kombinasi panorama Teluk Waecicu, kedekatan dengan pusat kota, akses menuju Bandara Komodo, serta berkembangnya kawasan hospitality menjadikan wilayah ini semakin diminati investor domestik maupun internasional.
Tidak mengherankan apabila banyak pengembang mulai mengalihkan perhatian ke Waecicu karena pasokan lahan strategis semakin terbatas, sementara permintaan untuk pembangunan villa dan resort terus meningkat.
Harga Tanah Waecicu Bervariasi Seiring Pengembangan Pariwisata Premium
Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat Ikhe Suryaningrum menegaskan dalam forum Bincang Kepariwisataan II pada 18 Juni 2026 bahwa kualitas data pariwisata menjadi fondasi penting dalam membaca tren pasar dan menyusun strategi investasi daerah.
Menurutnya, indikator seperti lama tinggal wisatawan, asal pasar, hingga pola pengeluaran wisatawan harus menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi, bukan sekadar mengandalkan persepsi pasar.
Berdasarkan kompilasi berbagai penawaran pasar sepanjang 2026, harga tanah Waecicu menunjukkan rentang yang lebar, bergantung pada legalitas, akses jalan, elevasi lahan, dan kualitas panorama laut.
Pada koridor utama yang memiliki akses jalan baik dan pemandangan langsung ke laut, harga penawaran dapat berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp10 juta per meter persegi, sedangkan lahan yang lebih jauh dari garis pantai umumnya ditawarkan lebih rendah. (Estimasi berdasarkan kompilasi listing pasar; harga transaksi dapat berbeda.)
Jika dihitung berdasarkan satuan are, kisaran harga pasar berada sekitar Rp400 juta hingga lebih dari Rp1 miliar per are, tergantung posisi, kontur, utilitas, dan status sertifikat yang dimiliki pemilik lahan. (Estimasi pasar, bukan harga resmi pemerintah.)
Berdasarkan data dari INBISNIS Property, salah satu listing tanah seluas 2.500 meter persegi menawarkan harga sekitar Rp6 juta per meter persegi, tetapi angka tersebut merupakan harga penawaran, bukan harga transaksi aktual.
Listing lainnya seluas 536 meter persegi ditawarkan sekitar Rp2,79 juta per meter persegi, menunjukkan bahwa harga tanah tidak dapat digeneralisasi hanya berdasarkan nama kawasan.
Perbedaan tersebut memperlihatkan pentingnya membedakan asking price dengan harga transaksi, karena nilai kesepakatan akhir dapat berubah setelah negosiasi dan pemeriksaan kondisi aset.
Tren Harga Terakhir Menggambarkan Meningkatnya Kepercayaan Investor
Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dalam pembukaan Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, 21 Mei 2026, menegaskan bahwa pariwisata merupakan gerakan bersama untuk membangun daya saing bangsa melalui kekuatan budaya, alam, kreativitas, dan masyarakat.
“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa. Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju.” ujarnya
Sejak 2021, tren harga tanah di Waecicu menunjukkan kecenderungan meningkat seiring membaiknya konektivitas, bertambahnya investasi swasta, serta meningkatnya citra Labuan Bajo sebagai destinasi internasional.
Meskipun pasar properti nasional mengalami fase penyesuaian pada beberapa periode, kawasan Waecicu relatif mampu mempertahankan nilai karena pasokan lahan strategis tidak bertambah sementara permintaan terus tumbuh.
Dibandingkan beberapa kawasan pinggiran Labuan Bajo yang masih berkembang, Waecicu memiliki tingkat likuiditas lebih baik karena kedekatannya dengan kawasan wisata, hotel berbintang, dan fasilitas publik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya mengejar kenaikan harga tanah, tetapi juga mempertimbangkan potensi pengembangan usaha pariwisata yang mampu menghasilkan pendapatan berulang melalui penyewaan akomodasi.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Canggu Masih Raja Properti Bali, Harga Tanah Tembus Rp2,5 Miliar per Are
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Kawasan Selatan Bali Masih Mendominasi Investasi Premium
Data Pembanding Harga Tanah (Estimasi Pasar 2026)
| Kawasan | Estimasi Harga Penawaran |
| Waecicu | Rp7–10 juta/m² (lokasi premium) |
| Pede | Rp4–7 juta/m² |
| Gorontalo | Rp3–6 juta/m² |
| Binongko | Rp2–5 juta/m² |
| Bukit Pramuka | Rp3–6 juta/m² |
Catatan: Tabel di atas merupakan estimasi rentang harga penawaran yang dihimpun dari berbagai listing dan pelaku pasar pada 2026. Harga transaksi aktual dapat berbeda tergantung negosiasi, legalitas, akses, dan karakteristik lahan.
Peluang Investasi Waecicu Semakin Terbuka Seiring Masuknya Investasi Strategis ke Labuan Bajo
Tourism Outlook BPOLBF bersama BPS Manggarai Barat menunjukkan aktivitas pariwisata pada Triwulan I 2026 masih bergerak positif. Pada April 2026, jumlah penumpang angkutan laut di Nusa Tenggara Timur meningkat 56,92% dibanding periode sebelumnya, sementara aktivitas pelayaran naik 31,91%. Bandara Komodo tetap menjadi salah satu simpul utama mobilitas wisatawan menuju Labuan Bajo.
Pernyataan tersebut menunjukan arah pengembangan investasi di Labuan Bajo terus menunjukkan perkembangan positif. Berbagai proyek hospitality, peningkatan infrastruktur, serta bertambahnya minat investor terhadap kawasan pesisir seperti Waecicu mengindikasikan bahwa optimisme yang disampaikan BPOLBF mulai terealisasi dalam bentuk investasi nyata.
Optimisme tersebut memperkuat keyakinan bahwa Labuan Bajo masih berada pada fase pertumbuhan investasi. Bagi kawasan Waecicu, kondisi ini membuka peluang meningkatnya permintaan terhadap lahan strategis untuk pengembangan villa premium, boutique resort, wellness retreat, restoran, beach club, maupun proyek mixed-use hospitality.
Pemerintah menempatkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi strategis nasional sehingga pembangunan pariwisata dan investasi kawasan berpotensi menciptakan permintaan terhadap berbagai layanan hospitality dan ekonomi pendukung.
Pada Maret 2026, Danantara Indonesia mengumumkan investasi proyek greenfield Labuan Bajo bersama Qatar Investment Authority untuk mendukung pariwisata dan perekonomian lokal.
Prediksi Capital Gain Waecicu Lima hingga Sepuluh Tahun Mendatang
Andhy MT Marpaung, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, saat Rakornas Pariwisata 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, 20–21 Mei 2026, mengatakan bahwa pengembangan Labuan Bajo Flores diarahkan tidak hanya untuk membangun destinasi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan investasi pariwisata yang berkelanjutan.
Apabila pembangunan berjalan sesuai rencana, harga tanah Waecicu diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan karena ketersediaan lahan semakin terbatas sementara permintaan investasi tetap meningkat.
Dalam skenario konservatif, pertumbuhan harga berpotensi mengikuti laju inflasi dan pembangunan kawasan. Pada skenario moderat hingga optimistis, kawasan premium dapat tumbuh lebih tinggi apabila investasi dan konektivitas terus meningkat.
Investor sebaiknya memandang proyeksi tersebut sebagai analisis berbasis tren pasar, bukan jaminan keuntungan, karena nilai properti tetap dipengaruhi kondisi ekonomi, regulasi, dan dinamika permintaan.
Infrastruktur Menjadi Penggerak Utama Kenaikan Nilai Properti
Transformasi Pelindo yang terus memperkuat layanan kepelabuhanan nasional membuka peluang baru bagi kawasan wisata berbasis waterfront seperti Labuan Bajo. Penguatan konektivitas logistik dan pelayanan pelabuhan diperkirakan akan meningkatkan daya tarik investasi pada sektor hotel, marina, restoran, yacht charter, hingga properti premium di kawasan pesisir.
Waecicu memperoleh manfaat dari peningkatan konektivitas Bandara Komodo, pengembangan kawasan wisata, bertambahnya hotel berbintang, serta investasi baru yang memperkuat ekosistem pariwisata Labuan Bajo.
Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung mengatakan pada 18 Juni 2026 bahwa pelaku industri membutuhkan data yang akurat untuk menyusun strategi bisnis. Karena itu, kolaborasi BPOLBF dan BPS diharapkan dapat membantu investor membaca arah perkembangan pasar Labuan Bajo secara lebih terukur.
Sebagai pembanding, kawasan wisata matang seperti Nusa Dua dan Canggu mengalami peningkatan nilai lahan setelah infrastruktur, aksesibilitas, dan investasi swasta berkembang secara berkelanjutan sehingga menjadi referensi pola pertumbuhan kawasan.
Risiko Investasi Harus Dikelola Melalui Due Diligence Menyeluruh
Reza Fahlevi, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, menegaskan bahwa tantangan utama pembangunan destinasi adalah menjadikan potensi daerah sebagai kawasan yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Indonesia memiliki kekayaan destinasi yang sangat beragam. Tantangan utamanya adalah menjadikan potensi tersebut sebagai destinasi yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.” ungkapnya pada 21 Mei 2026.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa investasi properti di kawasan Waecicu tidak cukup hanya mempertimbangkan potensi kenaikan harga tanah. Investor juga perlu memastikan bahwa aset yang dibeli berada pada kawasan yang memiliki legalitas jelas, sesuai rencana tata ruang, didukung infrastruktur memadai, serta sejalan dengan arah pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan yang ditetapkan pemerintah.

Sebelum membeli lahan di Waecicu, investor disarankan melakukan pemeriksaan legalitas, status sertifikat, kesesuaian RTRW, akses jalan, batas bidang tanah, serta potensi sengketa kepemilikan.
Dengan mempertimbangkan aspek hukum, teknis, pasar, dan keberlanjutan secara menyeluruh, Waecicu tetap menjadi salah satu kawasan yang paling menarik bagi investor properti berorientasi jangka panjang.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.











Komentar