oleh

Akses Jalan Menjadi Faktor Penting dalam Nilai Investasi Properti

INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Realisasi investasi Indonesia yang mencapai Rp1.010,6 triliun pada Semester I 2026 menunjukkan kepercayaan investor tetap kuat. Di tengah tren tersebut, akses jalan dan konektivitas kawasan semakin menjadi pertimbangan utama dalam investasi properti.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diumumkan 16 Juli 2026 mencatat capaian tersebut setara 49,5 persen dari target investasi nasional 2026. Infrastruktur dinilai berperan mempercepat pertumbuhan kawasan ekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi.

Akses jalan kini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi nilai jual tanah, permintaan properti, serta prospek pengembangan kawasan hunian, komersial, hingga kawasan industri di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai pembangunan infrastruktur transportasi mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui peningkatan aksesibilitas kawasan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya aktivitas ekonomi dan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto dalam Focus Group Discussion Land Value Capture, mengatakan, “Pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan nilai lahan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat maupun pemerintah melalui pengembangan kawasan.” dilansir dari pembiayaan.pu.go.id, 16 Juli 2026.


BACA JUGA :


Konsep Land Value Capture (LVC) yang terus dikembangkan pemerintah menjelaskan bahwa pembangunan jalan, jembatan, maupun jaringan transportasi mampu meningkatkan nilai lahan di sekitarnya sehingga membuka peluang investasi jangka panjang.

Sementara itu, Bank Indonesia dalam Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Triwulan I 2026 melaporkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,62 persen (year-on-year). Pertumbuhan tersebut mencerminkan pasar properti nasional tetap bergerak positif.

Bank Indonesia dalam rilis 8 Mei 2026 pukul 10.40 WIB menyatakan, “Mayoritas pembelian rumah primer masih dilakukan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).” Temuan ini menunjukkan konsumen tetap mempertimbangkan lokasi dan kemudahan akses sebelum membeli properti.

Bagi investor, kawasan yang memiliki akses menuju jalan nasional, jalan tol, pelabuhan, bandara, maupun pusat ekonomi cenderung menawarkan prospek kenaikan nilai aset lebih stabil dibandingkan wilayah dengan konektivitas terbatas.

Fenomena ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026 karena pembangunan infrastruktur terus berlangsung. Pemerintah membangun konektivitas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara investor memanfaatkannya sebagai dasar pengambilan keputusan investasi properti.

Ke depan, pembangunan akses jalan diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai investasi properti. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kawasan berkembang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan peluang investasi yang lebih berkelanjutan.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *