INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/7/2026), dengan saham keduanya langsung melonjak.
JELI mencatat kenaikan hingga Auto Reject Atas (ARA) 25 persen menjadi Rp1.125 per saham. Sementara JECK menguat 24,8 persen ke Rp1.560 per saham pembukaan.
Dalam IPO, JELI melepas 266 juta saham baru atau 21,01 persen modal ditempatkan setelah penawaran umum. Perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp239,4 miliar.
Minat investor terhadap JELI sangat tinggi. Penawaran umum mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe 273,37 kali dengan 630.491 pemesan melalui PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin emisi.
“Setelah 35 tahun berkiprah, kami memulai babak baru untuk membuka diri ke pasar modal melalui IPO di Bursa Efek Indonesia dan mengajak investor publik ikut berkiprah dalam pertumbuhan perusahaan, dengan harapan meraih dukungan dan mendapat apresiasi publik karena fundamental perusahaan yang kokoh dan teruji selama ini,” ujar Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, dilansir finance.detik.com Selasa (7/6/2026).
Sementara itu, JECK menawarkan 487.983.500 saham biasa atau setara 15 persen modal dengan harga penawaran perdana Rp1.250 per saham pada IPO hari pertama.
Melalui aksi korporasi tersebut, JECK menghimpun dana Rp609,98 miliar. Dana berasal dari penerbitan saham baru Rp406,65 miliar dan divestasi saham Rp203,33 miliar.
Usai melantai di BEI, kapitalisasi pasar JECK mencapai sekitar Rp4,07 triliun. Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
“Melalui IPO ini, Perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata,” ujar Presiden Direktur Nitrasanata Dharma, Johan A. M. M. Hutauruk.
Kinerja positif kedua emiten pada hari pertama perdagangan menunjukkan tingginya minat investor terhadap penawaran saham perdana, sekaligus mencerminkan optimisme pasar modal Indonesia tahun 2026.













Komentar