INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan APBN 2026 tetap menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong investasi, pembangunan, serta penciptaan lapangan kerja di tengah ketidakpastian global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan laporan pelaksanaan APBN Semester I dan prognosis Semester II 2026 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pemerintah mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen target APBN 2026, tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, menunjukkan penerimaan negara tetap kuat.
Belanja negara hingga akhir Juni 2026 terealisasi sebesar Rp1.656 triliun, terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.298,6 triliun serta transfer ke daerah Rp357,4 triliun, menopang berbagai program prioritas nasional.
“APBN Tahun 2026 tetap dirancang untuk menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran pers Kementerian Keuangan, dilansir dari kemenkeu.co.id, Selasa (7 Juli 2026).
BACA JUGA :
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Kebijakan fiskal tersebut diproyeksikan memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui percepatan investasi, peningkatan konektivitas, penguatan daya beli masyarakat, serta penciptaan kesempatan kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Peluang terbesar diperkirakan dinikmati kontraktor, konsultan, supplier, vendor, pengembang, investor, hingga UMKM melalui pengadaan pemerintah, pembangunan infrastruktur, layanan pendukung, dan peningkatan aktivitas ekonomi nasional.
Selain mendorong proyek strategis, realisasi APBN turut mendukung pembangunan desa, pemberdayaan koperasi, UMKM, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta peningkatan perdagangan internasional.
“Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif,” kata Purbaya Yudhi Sadewa saat Rapat Kerja Banggar DPR, Selasa (7 Juli 2026)
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya subsidi energi, dinamika ekonomi global, pendanaan proyek, pengadaan, koordinasi antarlembaga, serta ketepatan pelaksanaan pembangunan sesuai jadwal.
Keberhasilan implementasi APBN Semester II 2026 diharapkan menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus membuka ruang investasi baru, mempercepat pembangunan wilayah, serta memperluas manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.













Komentar