INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Pengembang atau developer kini bukan hanya sebagai pelaku pembangunan properti namun telah tumbuh menjadi motor utama yang mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.
Transformasi tersebut terlihat dari semakin banyaknya kawasan terpadu yang dibangun melalui konsep berkelanjutan. Tidak hanya menghadirkan hunian, developer juga mengembangkan pusat perdagangan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga ruang usaha yang saling terintegrasi.
Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kawasan yang memiliki akses infrastruktur memadai, konektivitas tinggi, serta mampu memberikan nilai investasi jangka panjang bagi pemilik aset maupun pelaku usaha.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyebut pembangunan sektor perumahan memiliki multiplier effect yang besar karena mampu menggerakkan sekitar 180 industri pendukung, mulai dari semen, baja, keramik, kaca, aluminium hingga jasa konstruksi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena mampu menggerakkan banyak sektor industri sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
“Pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandas Maruarar dalam keterangan tertulis.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Maruarar Sirait juga mengatakan dalam keterangannya di Jakarta beberapa waktu lalu, “Ekosistem perumahan saat ini sehat karena tidak ada monopoli. Pengembang memiliki pilihan terhadap perbankan, bank memiliki pilihan terhadap pengembang, dan konsumen pun memiliki pilihan terhadap pengembang maupun perbankan,”
Pandangan tersebut diperkuat oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang menyatakan bahwa investasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan sektor keuangan dalam mempercepat pembangunan.
Menurutnya, penguatan investasi, industrialisasi, serta pembiayaan sektor produktif menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Keberhasilan sebuah proyek bagi kalangan developer juga ditentukan oleh kemampuan menciptakan kawasan yang produktif, meningkatkan nilai tanah, serta menarik investasi lanjutan dari berbagai sektor.
Seiring berkembangnya konsep mixed-use development dan smart city, developer dituntut menghadirkan kawasan yang lebih adaptif terhadap perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pelaku usaha. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan daya tarik kawasan dalam jangka panjang.
Dari sisi investasi, kawasan yang dibangun secara terencana cenderung memiliki tingkat apresiasi nilai aset yang lebih baik dibandingkan pembangunan yang tumbuh secara sporadis. Faktor inilah yang menjadi pertimbangan utama investor sebelum menempatkan modalnya pada suatu wilayah.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.













Komentar