INBISNISNEWS.COM, BALI – Pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif memasuki libur pertengahan tahun 2026. Lonjakan kunjungan wisatawan turut mendorong tingkat hunian hotel dan menggerakkan perekonomian daerah.
Berdasarkan BPS Provinsi Bali, sebanyak 553.328 wisatawan mancanegara datang langsung ke Bali sepanjang April 2026, meningkat 17,21 persen dibandingkan Maret yang mencapai 472.070 kunjungan.
Data Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang dirilis 2 Juli 2026 menunjukkan tren positif berlanjut sepanjang Mei. Wisatawan Australia tetap menjadi pasar terbesar, disusul India, China, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.
Peningkatan kunjungan terjadi karena musim liburan internasional, bertambahnya frekuensi penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta tingginya minat wisata budaya, alam, dan wellness di Bali.
BPS Bali juga mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 57,94 persen pada April 2026, naik dibandingkan bulan sebelumnya dan mencerminkan meningkatnya aktivitas sektor akomodasi.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
Secara nasional, BPS melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara Indonesia mencapai 1,38 juta orang pada Mei 2026, tertinggi sejak pandemi, sementara tingkat hunian hotel berbintang mencapai 50,76 persen.
Saat membuka Eco Tourism Week–Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, pada Sabtu, 30 Mei 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, “Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak menerapkan prinsip ESG dan memandang keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang.”
Pemerintah bersama pelaku industri terus memperkuat promosi destinasi berkualitas melalui pengembangan event internasional, peningkatan layanan wisata, digitalisasi pemasaran, serta penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di Bali.
Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap hotel, restoran, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga sektor investasi yang kembali mencatat peningkatan aktivitas selama musim liburan pertengahan tahun.

Analis menilai Bali masih menjadi lokomotif pariwisata nasional berkat kekuatan budaya, keindahan alam, infrastruktur, dan konektivitas udara yang terus berkembang memenuhi permintaan wisata global.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Bali diperkirakan mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia sepanjang semester kedua 2026 sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber Data :
- Badan Pusat Statistik (BPS RI) – Berita Resmi Statistik, 1 Juli 2026.
- BPS Provinsi Bali – Perkembangan Pariwisata Provinsi Bali April 2026, dirilis 2 Juni 2026.
- Dinas Pariwisata Provinsi Bali – Statistik Pariwisata Bulan Mei 2026, dirilis 2 Juli 2026.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.












Komentar