oleh

Canggu Masih Menjadi Primadona Investasi Properti Bali Tahun 2026

INBISNISNEWS.COM, BADUNG – Canggu masih menjadi kawasan paling diminati investor properti di Bali sepanjang 2026. Didukung pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, serta meningkatnya komunitas digital nomad, kawasan ini terus mencatat permintaan tinggi untuk villa, apartemen servis, dan aset komersial.

Menurut data yang dilansir magnumestate.com, Sabtu (4/7/2026) menunjukkan koridor Canggu-Berawa menguasai sekitar 33,5 persen transaksi properti di Bali. Posisi tersebut menjadikan Canggu sebagai pasar paling aktif dibandingkan kawasan wisata lainnya di Pulau Dewata.

Perkembangan restoran, kafe, beach club, pusat kebugaran, coworking space, hingga pusat gaya hidup terus memperkuat daya tarik kawasan. Infrastruktur komersial yang berkembang menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan nilai properti secara berkelanjutan.

Digital Nomad dan Pariwisata Jadi Penggerak

Pertumbuhan pasar juga ditopang meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara. Bali menerima sekitar 6,95 juta kunjungan wisatawan asing sepanjang 2025 atau meningkat hampir 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Fenomena digital nomad menjadi salah satu penggerak utama permintaan hunian. Para analis bidang properti menyebut lebih dari 4.700 digital nomad tinggal di kawasan Canggu sehingga mendorong permintaan sewa jangka menengah dan panjang.

Dalam laporannya, Magnum Estate menyebut villa yang telah dilengkapi ruang kerja dan internet berkecepatan tinggi dapat disewa sekitar 30 persen lebih cepat serta memperoleh tarif sewa bulanan 15–20 persen lebih tinggi dibanding properti sejenis.

Tingkat okupansi villa di Canggu juga tetap kompetitif. Data pasar menunjukkan properti yang dikelola secara profesional mampu mencatat okupansi 70–84 persen pada musim normal, jauh di atas rata-rata properti yang pengelolaannya kurang optimal.


BACA JUGA :


Peluang Investasi Masih Terbuka

Dalam laporan Bali Real Estate Market 2026, CEO Investland Bali, Kristjan Ploompuu, menilai pasar properti Bali memasuki fase yang lebih matang dan berbasis data, sehingga investor kini lebih mengutamakan kualitas aset dibanding spekulasi harga. 

Laporan tersebut juga mencatat tingkat okupansi sewa di Bali sempat mencapai 64,7 persen pada pertengahan 2025, sedangkan vila tetap mendominasi sekitar 87 persen pasokan properti di pasar.

Meski prospeknya menjanjikan, investor diingatkan memperhatikan legalitas lahan, perizinan bangunan, kesesuaian zonasi, serta sistem pengelolaan properti. Aspek tersebut kini menjadi pertimbangan utama investor institusi maupun pembeli asing.

Senior Director Capital Markets JLL, Herully Suherman, sebelumnya juga menegaskan, “Pasar properti Indonesia tetap menarik bagi investor, didukung oleh arus investasi domestik dan asing yang positif, pertumbuhan GDP yang konsisten di atas 5 persen, serta basis demografi yang kuat, meskipun transparansi pasar masih menjadi tantangan.”

Dengan kombinasi pertumbuhan pariwisata, meningkatnya komunitas digital nomad, ekspansi bisnis gaya hidup, dan tingginya permintaan villa, Canggu diperkirakan tetap menjadi salah satu destinasi investasi properti paling prospektif di Indonesia sepanjang 2026, meski investor tetap perlu memperhitungkan risiko kemacetan, keterbatasan infrastruktur, serta kepastian hukum sebelum berinvestasi.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *