INBISNISNEWS.COM, BALI – Bali dan Labuan Bajo semakin dilirik investor pada 2026. Infrastruktur dan pertumbuhan pariwisata menjadi pendorong utama kenaikan nilai properti di kedua destinasi unggulan Indonesia.

Meningkatnya konektivitas dan investasi pariwisata mendorong permintaan properti berupa vila, hotel, resort, apartemen, dan lahan komersial yang bernilai tinggi bagi investor domestik maupun internasional.
Bank Indonesia mencatat harga properti residensial nasional tumbuh 0,62 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026, menunjukkan sektor properti Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif.
Bali tetap menjadi magnet investasi nasional melalui pengembangan kawasan strategis, termasuk KEK Kesehatan Sanur dan proyek infrastruktur yang mendukung transformasi ekonomi daerah berbasis pariwisata.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali telah menyusun katalog investasi yang memuat 22 proyek strategis di Bali dan Nusa Tenggara untuk ditawarkan kepada calon
BACA JUGA :
- Bank Sentral dan China Borong Emas, Sinyal Investasi Aman Semakin Menguat
- Defisit Neraca Pembayaran Pecah Rekor 15 Tahun, Diversifikasi Investasi ke Aset Riil Kian Dilirik
- Modal Asing Mengalir US$9 Miliar ke Indonesia, Investor Global Kembali Bidik SRBI dan SBN
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan, “Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global,” pada 9 Juni 2026 pukul 13.14 WIB.
Sementara itu, Labuan Bajo terus berkembang sebagai destinasi pariwisata premium melalui pembangunan infrastruktur penunjang, akses transportasi, serta peningkatan
Pengembangan Bandara Komodo, kawasan waterfront, marina, hotel berbintang, dan resort wisata turut meningkatkan daya tarik investasi properti di Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan aktivitas pariwisata membuka peluang investasi pada sektor konstruksi, arsitektur, material bangunan, interior, pengelolaan properti, serta pelaku UMKM dan jasa pendukung pariwisata.
Sinergi pembangunan infrastruktur dan pariwisata turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan multiplier effect bagi sektor properti dan industri pendukung lainnya.
Dengan dukungan pembangunan berkelanjutan dan tingginya minat investasi, Bali dan Labuan Bajo diproyeksikan tetap menjadi pasar properti paling prospektif di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.












Komentar