INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan sentimen global dan domestik pada perdagangan pekan ini.

Meski demikian, sejumlah analis menilai saham sektor energi, pertambangan, hingga perbankan tetap menawarkan peluang investasi bagi pelaku pasar.
IHSG ditutup menguat 11,91 poin atau 0,20 persen ke level 5.924 pada Jumat (10/7/2026). Investor membukukan transaksi Rp8,85 triliun dengan volume perdagangan mencapai 18,51 miliar saham, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap tinggi sepanjang pekan.
Sepanjang periode 6–10 Juli 2026, IHSG menguat dalam empat hari perdagangan dan hanya sekali melemah sehingga mencatat kenaikan mingguan 0,83 persen. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat dari Rp10.287 triliun menjadi Rp10.340 triliun, sementara rata-rata volume transaksi harian naik 16,83 persen.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa perdagangan saham selama sepekan mayoritas ditutup positif. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun menjadi Rp10,27 triliun meski frekuensi transaksi meningkat signifikan selama periode tersebut.
BACA JUGA :
- Harga Properti Uluwatu Masih Undervalued, Tapi Tidak Akan Lama
- Pasar Villa Kerobokan: Stabil, Menarik, Potensi Untung Besar
- Sumba Jadi Kandidat Terkuat Penerus Kejayaan Pariwisata Bali
- Harga Properti Ungasan Stabil, Waktu Tepat Masuk Investasi
- Minat Asing di Bali Naik Drastis, Labuan Bajo dan Sumba Siap Diserbu Investor
“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp421,70 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp76,15 triliun,” katanya dalam keterangan resmi, dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (10/7/2026).
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (13/7/2026) bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran support 5.840 dan resistance 6.040. Menurutnya, pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Pasar akan dipengaruhi oleh berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran serta pernyataan kembali ditutupnya Selat Hormuz,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (12/7/2026).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang diproyeksikan menuju level 2.550 serta PT Timah Tbk (TINS) yang berpotensi mencapai 4.010. Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan support 5.742 dan resistance 6.112.
“Untuk sepekan ke depan, kami perkirakan IHSG cenderung bergerak sideways dengan support 5.742 dan resistance 6.112,” ujar Herditya. Ia juga merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebagai pilihan yang layak dicermati investor. Prospek pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi risalah rapat The Fed, laporan keuangan emiten kuartal II 2026, data ekonomi China, pergerakan rupiah, serta harga komoditas global.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(Redaksi)
Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.
Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.
Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.











Komentar