oleh

Tren Pariwisata 2026 Berubah, Desa Wisata dan Budaya Lokal Jadi Magnet Baru

INBISNISNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan pariwisata global menunjukkan pergeseran tren pariwisata menuju pengalaman yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi sehingga tidak lagi hanya bergantung pada keindahan alam dan popularitas destinasi.

Kemampuan sebuah daerah dalam menawarkan pengalaman autentik, interaksi dengan masyarakat lokal, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan diperkirakan akan semakin menentukan daya saing destinasi.

Menurut laporan Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 yang dilansir kemenpar.go.id pada Kamis, 20 November 2025, mencatat Indonesia memiliki peluang besar menangkap tren cultural immersion atau wisata imersi budaya karena memiliki keragaman budaya yang tersebar di berbagai daerah.

Desa-desa wisata seperti Nglanggeran di Yogyakarta, Tamansari di Banyuwangi, Tetebatu di Lombok Timur, hingga Wae Rebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mempertahankan identitas masyarakat.

Tren tersebut juga menunjukkan adanya perubahan mendasar dalam cara wisatawan memilih sebuah destinasi. Perjalanan tidak lagi hanya dilakukan untuk melihat tempat baru, tetapi semakin diarahkan untuk mendapatkan pengalaman, pengetahuan, interaksi sosial, dan hubungan yang lebih mendalam dengan masyarakat setempat.

Dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, terdapat enam tren utama yang diperkirakan berkembang, yakni pengalaman budaya, pariwisata ramah lingkungan, wisata berbasis alam dan petualangan, wisata kuliner dan gastronomi, wisata kesehatan, serta bleisure atau perjalanan yang menggabungkan aktivitas bisnis dan rekreasi.


BACA JUGA :


Perubahan tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah-daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan budaya. Destinasi seperti Flores, Labuan Bajo, Sumba, Lombok, hingga berbagai kawasan lain di Indonesia berpotensi mengembangkan produk wisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman autentik kepada wisatawan.

Co-Founder tiket.com, Gaery Undarsa, mengatakan tren perjalanan saat ini menunjukkan bahwa wisatawan semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan ketika menentukan destinasi.

“Ekowisata bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan yang harus terus dikembangkan, ujar Gaery” 

Salah satu contoh nyata dapat ditemukan di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Wisatawan yang datang ke kawasan tersebut tidak hanya melihat keunikan rumah tradisional Mbaru Niang. Mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengenal kehidupan sehari-hari penduduk, menikmati kopi lokal, mempelajari tradisi, hingga mengikuti berbagai aktivitas masyarakat.

Wisatawan asal Bali, Bagus Heriawan, mengungkapkan pengalamannya ketika mengunjungi Wae Rebo.

“Salah satu desa terindah di dunia ada di Indonesia yaitu Desa Wae Rebo. Kalau misalnya mau merasakan gaya hidup damai di desa mungkin harus lebih lama lagi. Di sini tidak ada sinyal, jadi ya kita bakal meresapi hidup banget di sini,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Pengalaman tersebut menggambarkan perubahan yang tengah terjadi dalam industri perjalanan dunia. Di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, media sosial, dan digitalisasi kehidupan, sebagian wisatawan justru semakin tertarik mencari pengalaman yang memungkinkan mereka terhubung dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan kebutuhan terhadap pengalaman autentik tidak selalu bertentangan. Teknologi dapat digunakan untuk membantu wisatawan menemukan destinasi, merencanakan perjalanan, memperoleh informasi, hingga mendapatkan pengalaman yang lebih personal.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *